Apakah Instagram Stories Dapat Menjadi Alat Pemasaran Yang Powerfull?

Instagram adalah salah satu platform yang dapat menghasilkan banyak uang untuk bisnis Anda dan meningkatkan jangkauan konsumen yang mencengangkan. Selain menjadi aplikasi untuk berbagi foto dan video, kini Instagram mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan Instagram Stories yang dapat digunakan untuk iklan video bagi beberapa pengiklan global terbesar. Tentu saja, postingan tersebut akan diberi tanda “sponsored”. Dalam sebuah wawancara dengan Fortune, direktur pemasaran produk, Jim Squires mengatakan “periode pengujian dua atau tiga minggu” sebelum membuat fitur tersebut sepenuhnya tersedia untuk pengiklan aktif.

Dari sini, Anda mungkin membandingkan Instagram Stories dengan kinerja iklan di Snapchat. Snapchat bekerja dengan brand-brand yang lebih besar dan mencoba untuk menjaga iklan yang dapat menimbulkan gangguan. Yang mampu membayar dengan cukup mahal, maka itu yang akan bekerja cukup cepat. Namun, bertentangan dengan Snapchat, iklan di Instagram akan terus berkembang dengan melayani yang terbaik dan menarif harga berdasarkan lelang.

Orang-orang yang akrab dalam menggunakan Facebook Ads dan Instagram Ads akan merasa lebih sederhana dan mudah untuk datang ke pengaturan dan membayar iklan video dalam Stories. Ditambah lagi, Anda dapat menargetkan orang-orang seperti yang Anda lakukan dengan Facebook Ads dan Instagram Ads. Jim Squires menggaris bawahi bahwa kemampuan penargetan demografi yang kuat merupakan keunggulan kompetitif pada Instagram dan Facebook. Hingga sekarang ini, melihat jangkauan dari Stories, tampak seperti awal yang baik bagi Anda untuk terjun ke dalam penempatan iklan baru di Instagram Stories.

Instagram juga mengumumkan bahwa analisis atas Stories sekarang akan dimasukkan dalam dashboard alat bisnis dan akan berbagi wawasan dasar seperti jangkauan dan tayangan. Ada kesempatan untuk adanya analisis yang lebih kuat, karena diperkirakan bahwa 71% dari bisnis di AS akan memasarkan produknya di Instagram tahun ini. Upaya ini didukung dengan adanya data bahwa 75% dari pengguna platform yang mengambil tindakan setelah melihat postingan di Instagram.

Baik itu persaingan dengan Snapchat atau bersaing untuk menjadi fitur dengan popularitas yang besar, Instagram membuktikan bahwa mereka tidak bertele-tele dalam melakukannya. Ingat berapa tahun yang dibutuhkan sebelum Instagram meluncurkan iklan apapun? Atau berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum memperkenalkan fitur bisnis? Dan sekarang, dalam beberapa bulan setelah peluncuran awal, Instagram berencana memanfaatkan kekuatan Instagram Stories dengan tepat.

Ini tidak mengherankan karena Instagram Stories menyajikan kesempatan yang luar biasa karena tidak hanya mendapatkan persaingan yang terbesar, tetapi juga memberikan pengalaman untuk beriklan secara mendalam. Meskipun Instagram Stories yang disponsori dapat menyertakan gambar dan video menjadi format pilihan, namun hal ini tidak hanya bagi pengiklan melainkan juga untuk konsumen. Jadi, kombinasi layar penuh dan multimedia membuatnya benar-benar interaktif, dan memberi pengalaman yang menarik. Selain itu, juga tidak ada perbedaan dalam keterilbatan Stories organik maupun yang disponsori, mereka tetap memungkinkan audiens untuk melakukan likes, memberi komentar, maupun berbagi.

Perusahaan induk dari Instagram yakni Facebook bergerak secara agresif dalam meningkatkan video dan ruang interaktifnya. Dominasi pasar Instagram dan positioning membuat keduanya memiliki kesempatan besar untuk mengembangkan Instagram Stories sebagai alat pemasaran yang powerfull.