Instagram: 4 Tips Ampuh Meningkatkan Brand Awareness

Instagram

Sejak diakuisisi oleh Facebook pada tahun 2012, pengguna Instagram terus meningkat pesat. Menurut data dari Pew Research tercatat dalam dua tahun terakhir, pengguna aktif Instagram mengalami peningkatan hingga 50 persen. Instagram bukan hanya sekedar aplikasi untuk berbagi foto, tetapi lebih dari ini merupakan tools yang cukup ampuh untuk mendorong penjualan.

Dengan lebih dari 100 juta pengguna dan 40 juta lebih foto yang di upload setiap harinya, Instagram memiliki potensi besar untuk meningkatkan brand awareness. Bagaimana caranya? Yuk, intip 4 tips beriku ini.

1. Kode promo

Siapa sih yang tidak suka dengan promo atau diskon? Semua orang pasti suka dengan penawaran yang menarik. Salah satunya adalah menggunakan kode promo, dengan kode promo kita bisa menarik pelanggan untuk membeli dengan harapan bahwa mereka akan mendapatkan harga yang murah. Kode promo bisa berupa potongan harga untuk item tertentu yang kita berikan dengan syarat tertentu. Nah, disini kita bisa membuat promosi yang menarik sehingga banyak pelanggan yang tergiur untuk melakukan pembelian dengan iming-iming mendapat diskon atau potongan harga dari kode promo tersebut.

2. Buat jadwal

Membuat jadwal posting merupakan hal yang sangat penting. Kita harus bisa menentukan kapan waktu yang terbaik untuk meng-upload foto. Hal ini membutuhkan penelitian pada target audiens kita untuk mengetahui hari apa saja dan jam berapa waktu terbaik untuk membuat posting. Buatlah sebuah tema untuk setiap posting per harinya. Misalnya, hari Senin untuk promosi, Selasa untuk berbagi quote inspiratif, dan Kamis untuk memberikan diskon. Selain itu, kita masih bisa menambahkan beberapa foto selama seminggu, tapi dengan struktur posting yang jelas dan terjadwal memungkinkan pengguna tahu kapan waktu yang tepat untuk mengikuti posting kita.

3. Buatlah tetap personal

Promo, hadiah, diskon memang merupakan post penting yang sayang untuk dilewatkan, hal ini karena akan membuat pelanggan merasa senang.

Namun, diantara posting tersebut yang terpenting adalah buat itu menjadi lebih personal, jangan terlalu terlihat seperti bisnis. Misalnya, gunakan kata-kata yang ramah dan sopan di setiap post, hal itu akan membantu untuk menumbuhkan keakraban antara kita dengan pelanggan. Setelah terjalin keakraban/hubungan yang kuat, akan membuat mereka lebih mudah menerima setiap promo atau hadiah yang kita berikan. Meskipun, posting kode promo/hadiah/diskon dapat menghasilkan penjualan secara langsung, tapi itu tidak menciptakan keterlibatan. Keterlibatan adalah sesuatu bisa membuat follower kita tertarik, dan akhirnya membeli.

4. Baca kembali

Tidak seperti Facebook dan Twitter, Instagram tidak link-friendly. Pengguna hanya bisa memasukkan satu link website di akun profil mereka. Tidak ada bitlink, tidak ada shortcut. Jadi, ketika kita membuat post di Instagram, tidak ada link yang dapat diklik. Hal ini tentu akan membuat pelanggan sedikit bingung, di mana mereka bisa menemukan toko kita, apa alamat website kita, dan lainnya. Untuk menghindari hal ini, pastikan kita selalu membaca kembali komentar untuk mencari pertanyaan terkait dari followers. Pertanyaan yang paling umum ditanyakan adalah dimana mereka bisa menemukan toko, baik itu toko online maupun toko fisik. Biarkan followers tahu dimana bisa menemukan kita, dan menjaga percakapan terbuka.

Instagram bukan hanya sekedar aplikasi foto biasa, tetapi juga merupakan marketing tools yang sangat powerful untuk meningkatkan brand awareness dan mendorong penjualan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *