Inilah 4 Alasan Mengapa Strategi SEO-mu Gagal

Selama bertahun-tahun Google telah mendominasi dunia internet dan secara tidak langsung melakukan monopoli pada pencarian konsumen. Rasanya jarang sekali kita mendengar orang-orang mencari (apapun) di Yahoo, misalnya. Bagaimanapun, pesatnya perubahan di media sosial dan tren baru pada perilaku konsumen secara online, si raksasa itu saat ini menghadapi tantangan yang tak terduga

Bagaimana hal ini bisa memengaruhi bisnismu? Well, jika bisnismu masih memanfaatkan pencarian Google dengan strategi SEO untuk mendapatkan revenue, beberapa situasi berikut ini harus diwaspadai agar terhindar dari situasi tak terduga.

  1. Organic reach yang menurun

Meskipun Google masih mendominasi traffic mesin pencarian, tingkat kecerdasan dan kerangka pikir konsumen telah jauh berubah dalam beberapa tahun terakhir. Pertama, organic reach telah menurun. Organic reach adalah jumlah orang yang melihat/membaca post-mu melalui distribusi yang tidak berbayar—dan mengalami penurunan karena user mencari di tempat lain (lihat poin berikutnya).

Konsumen sudah lebih menyadari perbedaan antara konten bersponsor atau konten yang organik. Hal ini menimbulkan sinisme bagi beberapa user yang menghindari klik pada iklan berbayar meskipun itu adalah sumber terbaik dari informasi yang sedang dicari. Persaingan keyword, kenaikan harga iklan dan tercampur-adukya informasi dalam hasil pencarian organic. User sendiri telah menjadi tren dalam pencarian melalui internet, di mana mereka bisa meminta pendapat dan belajar dari pengalaman temannya.

  1. Tren ‘ikut-ikut teman’

Tren saat ini menunjukkan bahwa orang-orang sudah jarang mengetik pencarian mereka di Google dan percaya akan semua hasil yang ditampilkan. Pencarian mereka sudah beralih ke jalan lain. Facebook saat ini sedang gencar mengembangkan fitur opsi pencariannya yang bisa mengancam market share Google. Ketika user mencari sesuatu seperti restoran atau film baru, mereka ingin melihat opini dan pengalaman dari orang-orang yang mereka kenal atau kagumi. Sayangnya Google masih terlalu lamban mengadaptasi tren ini. User saat ini justru lebih peduli pada restoran favorit teman mereka daripada restoran yang muncul di halaman pertama dalam pencarian Google.

  1. Aplikasi mobile dan jejaring sosial mengambil alih market share

Masyarakat saat ini merupakan generasi Googl-ing, Facebook-ing, Twitter-ing, Instagram-ing. Kita hidup di dua dunia, offline dan online. Bahkan mungkin kita bisa hidup lebih lama di dunia online/digital. Kita melakukan semua hal melalui smartphone, mulai dari mencari lirik lagu hingga belanja ini itu, dari bangun tidur pagi hingga akan berangkat tidur lagi di malam hari. Dengan adanya kompetisi di dunia online, pengembang aplikasi melihat peluang ini sebagai sebuah sukses besar mereka.

Lalu apa hubungannya dengan SEO? Alasan dari menurunnya tren SEO saat ini adalah munculnya berbagai aplikasi lokal yang bisa lebih memberikan solusi pada usernya. Karena pilihan pencarian yang segmented, user banyak yang mulai meninggalkan Google ketika akan mencari restoran enak di Yogyakarta (misalnya), atau sesimpel mencari jalur alternatif dan melihat tingkat kemacetan jalan yang belum bisa dilakukan Google. Dengan begitu user bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan mengambil keputusan lebih mudah.

Kasus lainnya, mulai banyak konsumen yang dulunya rajin update tren fashion melali Google yang sekarang mulai beralih ke Pinterest. Untuk itu, sebagai seorang marketer dan pebisnis, yang terpenting adalah mengetahui platform mana yang usermu gunakan untuk mencari produkmu, daripada bergantung pada kemunculan produk di urutan 1 Google.

  1. Facebook memiliki lebih banyak benefit.

Mungkin masih banyak yang belum menyadari bahwa banyak orang yang sudah tak lagi mempercayai Google. Karena Facebook memiliki manfaat jauh lebih banyak dari itu. Google tidak bisa memberikan bukti sosial bagi para usernya. Meskipun Google sudah berusaha mengejar melalui media sosial Google Plus-nya, fitur tersebut tidak akan pernah bisa memberikan manfaat yang cukup bagi usernya agar mau menggunakan G+.

Bukti/pengakuan secara sosial (social proof) menjadi salah satu faktor penentu bagi pengambilan keputusan user saat ini dan social proof tidak akan bisa dipaksa atau dipalsukan. Facebook menyediakan platform untuk bersosialisasi, media sharing tempat mereka makan, tempat mereka berlibur, berpesta, dll. Sedangkan Google mungkin hanya akan berakhir menjadi tools pencarian yang membosankan, layaknya buku ensiklopedia yang sudah usang dan berdebu.

Mesin pencari, khususnya Google, akan selalu menjadi tempat kira mencari informasi yang dibutuhkan. Namun, keadaannya saat ini adalah user & konsumen sudah memiliki sangat banyak pilihan untuk mencari informasi. Untuk itu penting bagi sebuah bisnis, terutama yang tadinya sangat bergantung pada SEO dalam strategi penjualan menjadi lebih peka dan memahami di mana tempat user & konsumen mereka berada, kalau tidak ingin bisnisnya tertinggal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *