Ini Dia 6 Faktor yang Memengaruhi Efisiensi Data Center

NetworkEngineerInDataCenter

Mungkin selama ini kamu menganggap data center yang tidak efisien adalah masalah yang harus diselesaikan menggunakan IT untuk mengidentifikasi dan menyelesaikannya maka kamu keliru. Jika melihat alasan dibalik ketidakefisienan ini, kamu tahu bahwa ini adalah faktor yang tidak terlalu berhubungan dengan masalah teknis, namun masalah manajemen pengelolaan equipment atau jalannya data center menjadi masalah utama dari masalah ini. Untuk itu berikut ini ada beberapa faktor yang bisa diidentifikasi sebagai penyebab data center yang tidak efisien dan bagaimana menyelesaikannya.

Kurangnya Strategi dalam Decommissioning

Dengan adanya penggantian aplikasi menggunakan sistem kontemporer, perangkat lama dan data-data itu tertinggal karena data administrator tidak tahu bagaimana cara memindahkannya dari sistem lama. Mereka biasanya merasa was-was bahwa aplikasinya yang akan hilang.

Strategi yang Tidak Jelas

IT administrators seringkali terlalu banyak membeli hardware untuk data center dengan tujuan memperbaiki pivot strategi bisnis atau suatu project yang mungkin membutuhkannya. Hal ini mungkin bisa diterima dalam beberapa kasus, namun strategi tersebut tak selalu ampuh. Bukannya boxing up dan menyimpan semua equipment idle, data center malah seringkali terus berlaku pada data-data yang tidak perlu disimpan dalam perangkat atau diperlukan.

Over-Provisioning dan Mengharapkan Growth 

Berbicara tentang memilih hardware yang tepat untuk aplikasi yang dibutuhkan, para administrator seringkali gagal melakukannya.

Mereka biasanya mencari tahu jumlah minimal untuk processing, peyimpanan, dan memori sebelum mendapatkan rekomendasi jumlah yang tepat ketika membangun sistem tersebut. Prinsip pentingnya disini adalah untuk menyediakan aplikasi yang memiliki ruang cukup jika dikembangkan terus-menerus. Biasanya prediksi itu tak pernah jadi kenyataan. Mengingat mudahnya pengaturan tersebut dengan bantua alat virtualisasi software.

Adanya Bagian Data Center yang Tidak Teridentifikasi

Dalam perusahaan besar, sangat biasa melihat bagian data center tergeletak begitu saja tanpa ada seorangpun yang tahu mengapa mereka berada di sana. Mereka takut menanyakan pada seniornya. Bukannya mencari tahu apa itu dan menghilangkan komponen-komponen yang tidak digunakan, staff baru itu terus membiarkan sistem tersebut terbengkalai selama beberapa tahun.

Pengelolaan Rekam-jejak yang Tidak Benar

Melakukan audit secara teratur dan selalu mengupdate software, hardware atau inventaris penyimpanan adalah tugas yang memakan waktu untuk system administrator. Mereka akan kehilangan rekam-jejak server dan aplikasinya jika recordnya tidak diupdate dalam data center enterprise-level.

Beralih ke Shadow IT

Ada beberapa user yang tidak senang dengan pengelolaan internal aplikasi dan oleh karena itu mereka mengubahnya ke shadow IT agar kebutuhannya terpenuhi. Dengan begitu, mereka menyearkan aplikasi SaaS untuk memenuhi kebutuhan bisnis tanpa melibatkan departemen IT internal. Melalui migrasi ini, aplikasi dan hardware yang dikelola oleh internal akan tetap berada di sana.

Oleh karena itu penting sekali untuk melakukan identifikasi manajemen pengelolaan yang lebih baik dan mencari tahu cara untuk menyelesaikan terjadinya ketidakefisienan data center dalam bisnismu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *