bisnis online

Free Shipping dan Strategi Bagi Bisnis Online

Bagi para konsumen online shop, mendengar kata-kata seperti ‘free shipping’, ‘bebas biaya pengiriman’ atau ‘gratis ongkir’ pada sebuah online shop bagai menemukan sebuah harta karun. Sedikit terdengar berlebihan memang, namun itulah fakta yang jamak ditemui di tengah tren bisnis online yang terus menanjak dalam beberapa tahun terakhir. Adalah sebuah hal yang sangat manusiawi bahwa setiap orang pasti menyukai sesuatu yang gratis. Padahal kita semua tahu bahwa tidak ada yang benar-benar gratis di dunia ini. Dan disinilah sesungguhnya yang menjadi tantangan bagi para pelaku bisnis online dalam menciptakan strategi penjualan yang tepat. Seperti dilansir oleh ComScore, bahwa 72% dari para konsumen online shop lebih memilih metode belanja dengan biaya pengiriman yang gratis. Angka tersebut tentu merupakan jumlah yang sangat ‘menggiurkan’ bagi para pelaku bisnis online untuk masuk ke dalam ceruk pasar tersebut. Namun bagi para pelaku bisnis online, fenomena tersebut tidak dapat ditelan mentah-mentah begitu saja. Dalam meracik strategi pemasarannya, tentu harus benar-benar memikirkan realita bahwa tidak ada sesuatu yang benar-benar gratis meskipun tertulis dengan jelas bahwa itu gratis. Artinya, pasti ada harga yang harus dibayar untuk memutuskan membuat sesuatu menjadi gratis.

Yang paling merasakan dampak terbesar dari fenomena ini yaitu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang baru akan memulai merintis usahanya dan terjun ke dalam bisnis online. Penggratisan biaya pengiriman ini pada prinsipnya adalah menekan biaya dengan mengurangi margin keuntungan atau membebankannya kepada konsumen secara tidak langsung melalui peningkatan harga barang. Untuk poin kedua ini, akan sangat beresiko tinggi dan dikhawatirkan dapat membuat konsumen menjadi tidak tertarik, karena konsumen yang pintar selalu melihat perbandingan harga secara menyeluruh sebagai kunci utama dalam mengambil keputusan dalam membeli sebuah produk. Hal ini tentunya akan sangat memberatkan apalagi jika bisnis yang dijalani masih berada pada tahapan awal perintisan. Idealnya, para pelaku UMKM ini haruslah mampu menyelaraskan dengan baik antara biaya pengiriman dengan harga produk dan margin keuntungan secara sempurna. Namun pada kenyataannya, kondisi ideal seperti ini hampir mustahil untuk dicapai. Maka dari itu, perlu solusi alternatif sebagai strategi yang harus ditempuh. Salah satu caranya yaitu dapat dengan penggunaan kupon atau voucher sebagai alternatif penggratisan biaya pengiriman sebagai langkah promosi jangka pendek. Cara lain yang dapat ditempuh adalah dengan memberlakukan penggratisan pengiriman hanya untuk pemesanan dengan jumlah yang besar, sehingga margin keuntungan yang tipis dapat tertutupi oleh jumlah pesanan yang besar tersebut.

Sekali lagi, strategi penggratisan biaya pengiriman adalah tentang mengenai bagaimana pelaku bisnis online dapat mengelola dan menakar dengan baik margin keuntungan yang akan diperoleh. Apabila para pelaku bisnis online, terutama para UMKM dapat memikirkan strateginya dengan pas, peluang untuk dapat bertahan, bersaing atau bahkan melebihi pelaku bisnis online lain yang sudah jauh lebih besar pasti akan meningkat. Sekali lagi, bicara bisnis adalah bicara mengenai kalkulasi atau hitung-menghitung, siapa yang hitungannya paling akurat, dialah yang akan unggul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *