Ecommerce: Hindari 5 Deskripsi Produk ini Untuk Menjaga Penjualan

glasses-direct-1
Kamu sudah memulai bisnis ecommerce selama beberapa bulan terakhir, namun ternyata angka penjualan tak kunjung meningkat justru cenderung menurun. Mengapa? Produkmu menarik, bernilai tinggi dan menjadi solusi bagi target market. Tapi mengapa visitor tak kunjung mengisi keranjang belanja mereka? Deskripsi produk—mungkin sudah menjelaskan tentang produk, namun gagal untuk bisa menjual produk itu sendiri.

Untuk itu kali ini kita akan membahas salah satu permasalahan dalam industri ecommerce yang sering dihadapi dan cara menghindarinya. Dengan begitu diharapkan kamu bisa membuat deskripsi produk yang cukup menarik visitor untuk mengklik “beli” saat itu juga.

Berikut ini adalah enam hal yang sebaiknya kamu hindari ketika membuat deskripsi produk:

  1. Deskripsi yang Membosankan

Ingin membuat deskripsi produk yang menjauhkan pelanggan dari keinginan membeli? Buatlah membosankan. Kamu akan membuat orang-orang dengan cepat pergi dari situsmu tanpa keinginan membeli.

Solusi: Buatlah deskripsi yang lebih manusiawi.

Tidak ada yang ingin membaca deskripsi membosankan tentang produkmu yang dibuat secara otomatis oleh website. Sebaliknya, orang-orang akan lebih tertarik membacanya jika produk tersebut ada hubungannya dengan mereka.

Deskripsi yang humanis melibatkan pembaca dalam ceritanya. Contohnya untuk deskripsi mainan pistol berpeluru karet gelang, buatlah pembaca membayangkan bagaimana tegangnya saat mereka mengendap-endap di bawah meja sambil berusaha melindungi diri dari tembakan rekan kerjanya. Deskripsi tersebut menghibur, melibatkan emosi,dan meningkatkan kemungkinan pembelian produk tersebut.

Untuk membuat copy yang lebih humanis:

  • Gunakan kalimat dan paragraf yang pendek.
  • Gunakan humor dan sedikit sarkasme.
  • Buatlah pertanyaan ke pembaca untuk meningkatkan engagement
  1. Berharap Konsumen Akan Mempercayai Kata-katamu.

Cara lain untuk mengurangi secara drastis kekuatan produk deskripsi dan kredibilitas bisnismu adalah dengan berharap konsumen akan mempercayai setiap klaimmu.

Tidak, mereka tidak akan percaya.

Kenyataannya adalah, konsumen akan tetap skeptis karena setiap hari mereka dibombardir oleh iklan-iklan. Setiap hari.

Apa yang akan terjadi jika seseorang tidak memiliki skeptisme terhadap iklan yang ia baca? Mungkin ia akan segera bangkrut karena membeli produk dari setiap iklan yang ia lihat.

Solusi: Atasi skeptisme sosial dengan social proof.

Acara komedi di TV sering menggunakan rekaman orang-orang tertawa saat punchline ditayangkan. Walaupun penonton tahu itu hanyalah rekaman, mereka tetap ikut tertawa karenanya.

Penghibur jalanan menaruh beberapa lembar uang pecahan dua puluh ribu daripada pecahan lima ribu di kotaknya agar orang-orang menganggap bahwa orang lain mayoritas menyumbang dengan nilai relatif besar.

Social proof efektif karena:

  • Kita skeptis
  • Kita sangat peduli dengan apa yang orang lain lakukan
  • Kita cenderung akan melakukan suatu hal jika orang lain melakukan hal yang sama.

Orang-orang mungkin akan tidak percaya dengan deskripsi produk kamu, namun percaya dengan apa yang orang-orang katakan tentang produkmu.

Saat menampilkan testimoni pelanggan, jangan lupa tulis dengan detail. Tampilkan info lokasi, profesi pelanggan, serta produk spesifik apa yang mereka gunakan. Hal ini akan meningkatkan kredibilitas deskripsi produk dan bisnismu.

  1. Deskripsi yang Susah Dibaca

Jika kamu ingin jaminan bahwa pengunjung tidak akan mengunjungi situsmu lagi, buatlah copy yang sulit dibaca.

Kebanyakan orang-orang berbelanja untuk mencari solusi cepat. Mereka sedang terburu-buru dan ingin mendapatkan dengan cepat apa yang ia cari dan selesaikan masalahnya. Karena itu, pastikan deskripsi produk dapat dibaca dengan nyaman tanpa merusak mata.

Berikut beberapa tips untuk tampilan deskripsi produk yang lebih baik:

  • Gunakan ukuran font yang besar
  • Gunakan heading dan subheading
  • Highlight informasi penting
  • Memiliki jarak antarbaris yang cukup
  • Gunakan bullet point untuk menata informasi.
  1. Klaim Tanpa Bukti

Untuk menggaet pembaca kita biasa menggunakan kata-kata menarik seperti “hemat daya”, “lebih efisien”, dan lain-lain. Namun saat pembaca mencari info mengapa produk kamu “hemat daya” dan “lebih efisien” seperti yang kamu katakan, ia tidak menemukannya. Saat itu ia akan pergi dari toko onlinemu dan tidak akan kembali lagi dalam waktu dekat.

Solusi: Klaim dan deskripsi klaim

Saat kamu mengklaim produkmu memiliki keunggulan, pastikan terdapat deskripsi yang jelas tentang klaim tersebut. Jika handuk yang kamu jual lebih lembut, katakan bahwa handuk menggunakan material katun terbaik dengan teknik jahit termodern untuk menjaga kelembutan serat kain. Jika kamu menjual kursi kantor, daripada mengatakan bahwa kursimu super nyaman digunakan, katakan bahwa kursimu didesain oleh chiropractor untuk kenyamanan dan kesehatan punggung yang maksimal serta durasi duduk yang lebih lama.

Tunjukkan, jangan hanya katakan.

  1. Gagal Melibatkan Emosi Pembaca

Deskripsi produk yang enak dibaca dan menunjukkan secara spesifik apa keuntungan menggunakan produk tersebut akan meningkatkan penjualan.

Namun membuat deskripsi produk yang melibatkan emosi pembaca.. inilah yang akan meledakkan tingkat penjualan produkmu.

Sayangnya, banyak orang gagal membuatnya. Deskripsi produk yang dibuat sama sekali tidak menyentuh emosi pembaca.

Solusi: Nyalakan emosi dan pengalaman menggunakan cerita

Berikut beberapa poin tentang bagaimana emosi mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli sesuatu:

  • Konsumen cenderung membeli berdasarkan emosi dan pengalaman daripada spesifikasi dan fitur produk
  • Jika iklannya menarik dan disukai, hal tersebut akan lebih meningkatkan penjualan
  • Reaksi emosional terhadap sebuah iklan lebih berpengaruh daripada konten iklan itu sendiri.

Dan jika kita berbicara tentang emosi, cara yang paling tepat adalah dengan bercerita atau story-telling. Jadi, bagaimana caranya untuk bercerita dengan melibatkan emosi? Berikut beberapa tipsnya.

  • Mulai dengan bertanya pada diri sendiri tentang produkmu. Apakah ada usaha lebih atau kesulitan yang dialami saat merancangnya? Adakah pengalaman yang dapat ditambahkan pada cerita?
  • Rancang cerita tentang produk, yang akan memaksa pembaca membayangkan hidupnya saat menggunakan produk tersebut.
  • Ceritakan kisah seseorang yang menggunakan produkmu dan berbagi pengalaman positifnya. Hal ini akan meningkatkan emosi pembaca terhadap produkmu.

Ini memang bukan pilihan yang mudah, karena kita cenderung memilih hal-hal yang mudah dilakukan. Namun sekarang kamu sudah mengetahui langkah spesifik yang harus diambil dan dihindari ketika membuat deskripsi produk, bisnis ecommerce bisa berjalan semakin optimal dan meningkatkan penjualan.

Ingin tips & trik menarik lainnya? Cek di jejualan.com!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *