Begini 4 Tips Jitu Sukses “pivoting” Startup

pivot-shutter-1200xx3888-2187-0-203

Beberapa laporan menunjukkan bahwa 90% perusahaan berakhir dengan gulung tikar. Namun, setiap pengusaha memiliki berbagai macam pengalaman dalam membangun sebuah bisnis dan tantangan apa yang dihadapinya. Menurut kamu apa perbedaan perusahaan yang sukses? Pastinya ada pertimbangan setiap variable, salah satu yang paling penting adalah mengetahui kapan harus inden dan bagaimana caranya sukses.

  1. Tingkatkan Kualitas Produkmu

Market akan penuh sesak, bahkan menurut Kauffman Indeks pada startup mengatakan tahun 2015 terjadi peningkatan yang besar dalam kegiatan startup dua tahun terakhir. Pemain baru yang baru saja memasuki market secara konsisten, untuk itu kamu perlu memliki pemikiran yang stabil. Mungkin setelah bekerja 10 tahun lamanya, kamu perlu meng-upgrade lingkungan bisnismu terutama dalam industry teknologi. Ketika kita ingin mempertimbangkan arah, kamu perlu memiliki pengalaman yang berbeda dan pemikiran yang segar.

  1. Dengarkan Customer dengan Baik

Salah satu alasan utama perusahaan tersebut gagal karena mereka menawarkan produk atau jasa yang tidak diinginkan market. Pada dasarnya, bisnismu sudaj mati dalam air. Ketika ingin meluncuran sebuah produk maka pertimbangkanlah dan mengambil pendekatan reverse engineering dari perspektif customermu. Artinya, jika kamu seorang customer, bagaimana kamu mengubah penawaran. Agar sukses, kamu harus menyesuaikan kebutuhan customer. Pastikan, kamu menjadi pendengar pertama customer.

  1. Produk Adalah Raja

Ketika kamu berinvestasi uangmu dalam penjualan dan marketing, maka kamu membawa produk di bawah standar pasar. Tidak ada jumlah market yang akan memperbaikinya. Pastikan, setiap produk diuji dan diperiksa sebelum diluncurkan di market.

  1. Customer Menjadi Peringkat Utama

Ketika kamu mengembangkan sebuah penawaran baru, pastikan customermu berada di atas. Ada beberapa manfaat yang potensial. Pertama, jika customer memiliki kesempatan untuk menimbang, pastikan kamu memastikan saluran penjualan built-in setelah produk diluncurkan. Kedua, customer saat ini lebih mengedepankan fungsi setiap study kasus yang dibuat, menawarkan customer yang potensial pada pihak ketiga dan market yang sudah mapan.

Pivoting bisnis atau memperkenalkan produk, memiliki waktu yang tepat dalam menentukan setiap perusahaan. Contoh di atas menjadi pertimbangan pengusaha yang terus mengembangkan bisnis mereka berada di depan persiangan untuk kesuksesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *